Sajak Anak Tiri
Sumber: puisi
Kulihat, robohan kayu di depanku
Kulirik, tumpukan buku usang di sekelilingku
Kuhirup, bau tanah basah di bawahku
Kusaksikan, terjangan hujan di atasku
Aku melihat papan nama sekolah, kumuh, lusuh, retak,
Sementara gedung-gedung megah di kota terus beranak pinak
Kalian pamer angka, data, dan laporan palsu,
Padahal anak di desa belajar di ruang becek berlumpur
Kebijakan kalian bagai kereta tanpa rel
Berderu kencang lantas menabrak rakyat kecil
Hei, penguasa berlidah api busuk
Kursi kalian beralas tulang anak desa
Kalian menulis janji dengan tinta kebohongan
Mengunyah harapan kami jadi seepihan arang
Kami muntahkan nama kalian dari doa
Karena yang tersisa hanya bau kekuasaan
Wahai tuan nyonya sang penguasa negeri
Putuskanlah jaringan kesenjangan yang telah berlangsung lama!
Robeklah tirai ketidakadilan yang menutup mata kalian
Dan dengarkanlah jerit murid dari pondok kayu reyot!
Bawalah terang ke pelosok yang ditelan lumpur
Sebelum generasi ini hancur menjadi abu kebodohan
Tegakkanlah janji Merdeka Belajar yang kalian gembor-gemborkan
Jangan membuatnya membusuk di layar kaca
Bangunlah generasi muda dengan keadilan dan keberanian
Beri ruang bagi mereka untuk mimpinya tumbuh, liar, dan merdeka
Sebab bangsa ini hanya bisa berdiri tegak,
Jika ilmu tak lagi dibatasi jurang kota dan desa
Komentar