Human Body Bioluminescence: Cahaya Tak Terlihat dari Dalam Diri Kita

Tahukah Anda bahwa tubuh manusia ternyata memancarkan cahaya secara alami? Fenomena ini disebut bioluminesensi. Sebuah proses makhluk hidup memancarkan cahaya sebagai hasil dari reaksi kimia di dalam tubuhnya. Meskipun lebih umum ditemukan pada hewan laut seperti ubur-ubur, cumi-cumi, dan ikan laut dalam, tubuh manusia juga menghasilkan cahaya meskipun cahaya ini tidak dapat dilihat oleh mata. Bioluminesensi merupakan cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup sebagai akibat dari reaksi kimia antara senyawa luciferin, enzim luciferase, dan oksigen. Reaksi ini menghasilkan foton (partikel cahaya). Pada beberapa organisme, cahaya ini digunakan untuk berbagai fungsi, seperti menarik mangsa, komunikasi, atau perlindungan diri.

Penelitian dari Jepang pada tahun 2009 yang dilakukan oleh para ilmuwan menggunakan kamera super sensitif menunjukkan bahwa tubuh manusia memancarkan cahaya dalam jumlah sangat kecil, sekitar 1.000 kali lebih lemah daripada cahaya yang bisa dilihat oleh mata telanjang. Cahaya ini disebut sebagai ultra-weak photon emission (UPE). UPE dihasilkan oleh reaksi kimia dalam tubuh, terutama akibat dari oksidasi biomolekul selama proses metabolisme. Ketika tubuh memetabolisme makanan menjadi energi, proses ini menghasilkan radikal bebas yang dapat menyebabkan oksidasi pada protein, lipid, dan DNA dan dalam proses ini, cahaya pun dilepaskan. Dalam penelitian ini, cahaya paling terang terdeteksi pada bagian wajah, khususnya dahi, pipi, dan leher. Menariknya, intensitas cahaya berubah-ubah sepanjang hari, paling terang sekitar pukul 4 sore dan paling redup sekitar pukul 10 pagi, yang menunjukkan adanya hubungan antara cahaya tubuh dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Fenomena ini juga dapat dimaknai secara spiritual. Dalam Islam, segala ciptaan Allah Swt. selalu mengandung hikmah dan keajaiban. Bioluminesensi tubuh manusia, meskipun tidak terlihat oleh mata merupakan bukti betapa luar biasanya ciptaan-Nya. Dalam hadits Rasulullah juga pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan,” (H.R. Muslim). Cahaya yang Allah tanamkan dalam diri manusia, meskipun lemah tak terlihat oleh mata menjadi bagian dari keindahan ciptaan-Nya yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya.

 

Referensi:

Funnel, Rachel. 2025. “Humans Glow In The Dark It’s Just Too Weak For Our Eyes To See”,

https://www.iflscience.com/humans-glow-in-the-dark-its-just-too-weak-for-our-eyes-to-see-77540.

Diakses pada 19 Juni 2025 pukul 10.42.

Yong, Ed. 2014. “Photographing The Glow Of The Human Body”,

https://www.nationalgeographic.com/science/article/photographing-the-glow-of-the-human-body.

 Diakses pada 19 Juli 2025 pukul 10.38.

Tags:

Komentar

Memuat komentar...