Anak-Anak Saling Iri? Simak Tips Atasi Sibling Rivalry
“Umi, kok kakak boleh main HP, tapi aku enggak?” atau “Kenapa kakak harus ngalah terus?”
Pertanyaan tersebut tentu tidak luput didengar oleh orang tua. Dalam banyak kasus, bahkan dari keluarga yang harmonis sekalipun, tanpa sadar muncul kecemburuan antar saudara. Entah karena si kakak merasa dituntut menjadi panutan untuk adiknya, atau justru si adik selalu dibandingkan dengan prestasi kakaknya. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan persaingan antar saudara atau sibling rivalry.
Sibling rivalry juga pernah terjadi pada keluarga nabi dan diabadikan dalam QS. Yusuf ayat 8-18. Dalam surat tersebut, saudara-saudara Nabi Yusuf merasa bahwa ayah mereka, Nabi Ya’qub, lebih mencintai Nabi Yusuf dan Bunyamin dibanding mereka. Demi mendapat perhatian ayah mereka, Nabi Yusuf pun dijatuhkan ke sumur dan ditinggalkan, bahkan mereka berbohong bahwa Nabi Yusuf telah dimakan serigala.
Sebagai orang tua, tentu tidak ingin hal yang sama terjadi pada anak-anak tercinta. Maka dari itu, ada beberapa tips pola asuh untuk menghindari kecemburuan antar adik-kakak sebagai berikut.
Tanamkan Akhlak dan Nilai Adil Sejak Dini
Anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa adil tidak selalu berarti sama rata, tapi sesuai dengan kebutuhan, keunikan, dan situasi masing-masing anak.
Hindari Sikap Tinggi Hati dan Membandingkan Anak
Sikap membandingkan anak dapat menanamkan rasa minder dan marah pada anak yang yang dibandingkan. Sebaliknya, justru menimbulkan rasa tinggi hati bagi anak yang dibanggakan dan dijadikan pembanding.
Dukung Anak Mengekspresikan Emosi
Sebelum mengajarkan cara berempati terhadap saudaranya, anak terlebih dahulu perlu belajar cara yang sehat untuk menyampaikan rasa cemburu, kecewa, marah tanpa dimarahi atau dipaksa untuk memendamnya.
Beri Penjelasan Saat Perlakuan Tidak Sama
Saat satu anak mendapat perlakuan berbeda, orang tua perlu menjelaskan alasannya. Misalnya, adik tidur lebih cepat karena masih TK. Ini mencegah timbulnya prasangka anak merasa diabaikan oleh orang tua karena saudaranya.
Ajak Anak dalam Aktivitas Bersama
Libatkan anak dalam kegiatan yang mendorong kerja sama bersama saudaranya, seperti bermain, berkebun, atau membantu orang tua bebersih maupun memasak. Ini mencegah timbulnya persaingan antar saudara.
Setiap anak hadir dengan sifat, kebutuhan, dan cara cintanya masing-masing. Orang tua bukan hanya penentu aturan, tapi juga penjaga rasa adil dalam keluarga. Sibling rivalry memang tak selalu bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa diredam dengan kesadaran, kelembutan, dan akhlak yang diajarkan oleh Islam.
Referensi:
Afriza, Lutfiyah Nur dkk. 2024. "Mengurangi Sibling Rivalry: Strategi Untuk Orang Tua Dalam Menghadapi Persaingan Saudara Pada Anak Usia Dini". Jurnal PUBLIK 4(1): 16-23.
Syayfi, Shohib dkk. 2020. "Pendidikan dalam Keluarga: Solusi Sibling Rivalry Berdasarkan Kajian Semantik Ikhwah". Jurnal Teknologi Pendidikan 9(2): 1-12.
Komentar